Daerah

Safari Ramadan di Rupat, Kasmarni Tegaskan Pembangunan dan Isu Karhutla Jadi Prioritas

26
×

Safari Ramadan di Rupat, Kasmarni Tegaskan Pembangunan dan Isu Karhutla Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Safari Ramadan di Rupat, Kasmarni Tegaskan Pembangunan dan Isu Karhutla Jadi Prioritas
Bupati Bengkalis, Kasmarni saat Safari Ramadan di Rupat, Senin (2/3/2026). R45/Leni

Rakyat45.com, Rupat – Bupati Bengkalis, Kasmarni, memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 H/2026 M di Kecamatan Rupat dengan menegaskan dua isu utama: komitmen pembangunan wilayah pesisir dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Camat Rupat, Senin (2/3/2026), berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Dalam sambutannya, Kasmarni menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat dan jajaran pemerintah kecamatan yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Camat Rupat, Forkopimcam, serta seluruh elemen masyarakat. Ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus bekerja membangun daerah,” ujarnya.

Pada Safari Ramadan tahun ini, Pemkab Bengkalis menerapkan pola berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya kegiatan dilakukan mulai berbuka puasa hingga salat tarawih, kini agenda dilaksanakan sejak pagi hingga sore hari.

Menurut Kasmarni, perubahan ini bertujuan meningkatkan efektivitas kegiatan tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah masyarakat pada malam hari.

“Kami ingin menjangkau lebih banyak wilayah dan menyerap aspirasi masyarakat secara maksimal, namun tetap menjaga suasana ibadah Ramadan tetap khusyuk,” jelasnya.

Ia menekankan, esensi Safari Ramadan tetap sama, yakni menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Kasmarni menyoroti posisi strategis Kecamatan Rupat sebagai wilayah pesisir dan beranda terdepan Kabupaten Bengkalis. Karena itu, pembangunan di kawasan ini disebutnya tetap menjadi prioritas.

Namun di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan pemerintah, ia meminta masyarakat memahami kondisi tersebut.

“Dengan adanya penyesuaian anggaran, kami dituntut lebih cermat dalam mengelola setiap rupiah. Meski demikian, komitmen membangun Rupat tidak akan surut,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersabar dan tetap bersinergi mendukung program pembangunan daerah agar Bengkalis semakin maju dan bermarwah.

Selain pembangunan, isu karhutla juga menjadi perhatian serius dalam Safari Ramadan kali ini. Kasmarni secara khusus mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah pesisir seperti Rupat yang rawan terdampak.

“Kita harus bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, dan segera laporkan jika ada indikasi kebakaran di sekitar kita,” imbaunya.

Ia menegaskan, pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Bank Riau Kepri Syariah dan BAZNAS Kabupaten Bengkalis turut menyerahkan bantuan kepada rumah ibadah serta masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan selama bulan suci Ramadan.

“Kami berharap bantuan ini memberi manfaat nyata dan semakin mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ucap Kasmarni.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan keberkahan bagi Kabupaten Bengkalis serta kelancaran pembangunan daerah.

“Semoga Bengkalis senantiasa diberkahi dan seluruh amalan Ramadan kita diterima Allah SWT,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Bengkalis, jajaran pejabat Pemkab Bengkalis, unsur Forkopimcam Rupat, kepala desa se-Kecamatan Rupat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta ratusan masyarakat yang mengikuti Safari Ramadan dengan antusias.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *