Peristiwa

Warga Olanori Desak Kejelasan Dugaan Dana Desa, Audit Mandek Jadi Sorotan

74
×

Warga Olanori Desak Kejelasan Dugaan Dana Desa, Audit Mandek Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Foto warga saat mendatangi kantor dinas inspektorat Nias Selatan
Warga Olanori Desak Kejelasan Dugaan Dana Desa. R45/Saron

Rakyat45.com, Nias Selatan – Lambannya penanganan dugaan penyelewengan dana desa di Desa Olanori memicu kekecewaan warga. Sejumlah masyarakat mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Nias Selatan pada Rabu (8/4/2026) untuk mempertanyakan perkembangan laporan yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kejelasan.

Aksi kedatangan warga ini menjadi bentuk tekanan sekaligus penegasan bahwa masyarakat tidak ingin kasus yang mereka laporkan berlarut-larut tanpa kepastian. Mereka menilai transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa harus ditegakkan, terutama ketika muncul dugaan penyimpangan.

Warga yang datang merupakan perwakilan masyarakat Desa Olanori yang sebelumnya telah melaporkan dugaan penyelewengan dana desa kepada pihak Inspektorat. Laporan tersebut bahkan telah ditindaklanjuti dengan proses klarifikasi lapangan pada Februari 2026 lalu.

Namun, hingga memasuki April, masyarakat mengaku belum menerima informasi resmi terkait hasil audit maupun langkah lanjutan dari pemeriksaan tersebut. Kondisi ini memunculkan kecurigaan sekaligus kekhawatiran bahwa proses penanganan tidak berjalan optimal.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Inspektorat, Inspektur Nias Selatan, Amsarno Sarumaha, akhirnya memberikan penjelasan langsung kepada warga terkait kendala yang dihadapi dalam proses audit.

Ia mengakui bahwa pemeriksaan terhadap dugaan penyelewengan dana desa di Olanori mengalami hambatan teknis, khususnya terkait keterbatasan tenaga ahli dalam tim audit pembobotan.

“Selama ini kami terkendala oleh tenaga tim audit pembobotan dari Dinas PU. Walaupun tim tersebut sudah sempat turun ke kami, namun karena kesibukan, prosesnya belum bisa berjalan maksimal,” ujar Amsarno di hadapan warga.

Penjelasan tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa proses audit belum berjalan secara menyeluruh, sehingga hasil pemeriksaan belum dapat disampaikan kepada publik maupun pelapor.

Meski demikian, Amsarno menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan kasus tersebut secara profesional dan transparan. Ia menyebutkan bahwa Inspektorat akan mengambil langkah strategis untuk mempercepat proses audit.

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melibatkan tenaga ahli dari luar instansi yang dinilai memiliki kompetensi lebih spesifik di bidang pembobotan teknis.

“Kami berkomitmen untuk mengambil tim dari luar yang profesional di bidang pembobotan. Dalam waktu dekat, tim tersebut akan segera turun ke lapangan untuk melakukan audit di Desa Olanori,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang menginginkan proses audit berjalan lebih cepat dan objektif, tanpa dipengaruhi oleh kendala internal.

Di sisi lain, warga Desa Olanori menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Pelapor utama, Lasali Baene, menyampaikan harapannya agar proses audit dilakukan secara terbuka dan tidak berlarut-larut.

Menurutnya, kejelasan hasil audit sangat penting untuk memastikan apakah benar terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana desa atau tidak.

Warga juga menilai bahwa keterlambatan penanganan justru dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pengawas. Oleh karena itu, mereka meminta agar Inspektorat menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti laporan yang telah diajukan.

Kasus ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat desa terhadap pentingnya pengawasan dana publik. Dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, menjadi sorotan ketika muncul dugaan penyalahgunaan.

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin aktif dalam mengontrol jalannya pemerintahan di tingkat desa. Partisipasi warga dalam mengawasi penggunaan anggaran menjadi salah satu indikator berkembangnya demokrasi di tingkat lokal.

Namun demikian, lambannya proses audit justru berpotensi menimbulkan spekulasi dan konflik di tengah masyarakat jika tidak segera dituntaskan secara transparan.

Kunjungan warga ke Inspektorat menjadi sinyal kuat bahwa publik menuntut akuntabilitas yang nyata, bukan sekadar janji. Mereka berharap setiap laporan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti dengan cepat, profesional, dan terbuka.

Pemerintah daerah melalui Inspektorat kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan komitmennya dalam menegakkan integritas pengelolaan dana desa.

Jika proses audit berjalan sesuai rencana dan menghasilkan temuan yang jelas, maka hal ini tidak hanya akan menjawab keresahan warga, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan yang ada.

Sebaliknya, jika kembali terjadi keterlambatan, bukan tidak mungkin kasus ini akan berkembang menjadi isu yang lebih besar dan memicu ketidakpuasan yang lebih luas di masyarakat.

Dengan rencana pelibatan tim ahli dari luar, publik kini menanti langkah konkret dari Inspektorat. Warga Desa Olanori pun berharap bahwa proses ini menjadi titik terang dalam mengungkap kebenaran atas dugaan penyelewengan dana desa yang selama ini mereka perjuangkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *