Daerah

Kasmarni Dorong PT BLJ Ambil Peran Lebih Besar di Sektor Migas Riau

228
×

Kasmarni Dorong PT BLJ Ambil Peran Lebih Besar di Sektor Migas Riau

Sebarkan artikel ini
Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni foto bersama Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK RI Brigjen Pol. Agung Yudha Wibowo, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, serta para kepala daerah dan pemangku kepentingan usai mengikuti Rapat Penyampaian Hasil Deteksi Participating Interest (PI) 10 Persen Wilayah Kerja Provinsi Riau di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (24/6/2026)./R45/Leni.

Rakyat45.com, Pekanbaru – Upaya memperkuat kontribusi daerah dari sektor energi kembali disuarakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Dalam forum yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan para pemangku kepentingan migas di Provinsi Riau, Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni menegaskan pentingnya memberikan ruang yang lebih besar kepada PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berperan dalam berbagai kegiatan strategis sektor migas.

Harapan tersebut disampaikan Kasmarni saat menghadiri Rapat Penyampaian Hasil Deteksi Participating Interest (PI) 10 Persen di Wilayah Kerja Provinsi Riau yang digelar Pemerintah Provinsi Riau bersama KPK RI, Rabu (24/6/2026), di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru.

Rapat itu dipimpin Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK RI, Brigjen Pol. Agung Yudha Wibowo. Hadir pula Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Kepala BPKP Provinsi Riau Dr. Evenri Sihombing, serta para kepala daerah se-Provinsi Riau.

Dalam pemaparannya, Brigjen Pol. Agung Yudha Wibowo menjelaskan bahwa kehadiran KPK di Riau bertujuan memperkuat tata kelola Participating Interest (PI) 10 persen agar manfaat pengelolaannya dapat dirasakan secara optimal oleh daerah penghasil minyak dan gas bumi.

Menurutnya, hasil deteksi yang dilakukan KPK menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki tata kelola PI melalui penguatan koordinasi, keterbukaan data, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi langkah KPK RI dalam menyampaikan hasil deteksi PI 10 persen. Ia menegaskan bahwa berbagai data dan rekomendasi yang diberikan akan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan tata kelola bersama pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Pada kesempatan tersebut, Kasmarni secara khusus menyampaikan harapan agar PT BLJ memperoleh kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam aktivitas strategis industri migas di daerah.

“Kami berharap ke depan PT BLJ dapat diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan strategis sektor migas. Dengan demikian, keberadaan BUMD ini dapat memberikan manfaat nyata, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkalis,” ujar Kasmarni.

Menurut Kasmarni, keterlibatan yang lebih besar akan memperkuat posisi PT BLJ sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemerintah Kabupaten Bengkalis optimistis penguatan peran BUMD di sektor migas dapat menjadi salah satu strategi memperbesar manfaat sumber daya alam bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bengkalis turut didampingi Sekretaris Daerah Bengkalis dr. Ersan Saputra TH, Inspektur Daerah Radius Akima, Kepala Bapenda Muhammad Thaib, Kepala Diskominfotik Agus Sofyan, Kepala BPKAD H. Aready, Kepala Bappeda Rinto, Kepala DPMPTSP Khairi Fahrizal, Sekretaris Inspektorat Dedy Kurniawan, Kabag Hukum Mohd. Fendro Arrasyid, Kabag Perekonomian Asnurial, serta Kabag Prokopim Syafrizal.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *