Rakyat45.com, Siak – PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis Kabupaten Siak, kini berada di persimpangan penting. Direksi perusahaan menyatakan siap melakukan perbaikan total di tengah tekanan kondisi keuangan yang kritis. Tidak ada lagi ruang untuk kompromi; seluruh lini harus bergerak cepat demi menyelamatkan sekaligus membangkitkan perusahaan.
Direktur Utama PT KITB, Eriyanto, menegaskan keterbukaan soal kondisi kas yang nyaris kosong bukanlah tanda kelemahan. Justru, menurutnya, pengakuan ini menjadi langkah awal untuk membenahi perusahaan secara menyeluruh.
“Kami tidak ingin menunda lagi. Saat ini semua harus bergerak dengan strategi korektif dan langkah nyata. Keterbukaan atas situasi ini menjadi fondasi untuk membangun kembali perusahaan,” ujar Eriyanto saat ditemui di kantornya, Rabu (1/4/2026).
Momentum pembenahan ini difokuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), yang digelar sebagai tindak lanjut hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). RUPS-LB disebut menjadi titik balik untuk merombak arah perusahaan secara fundamental, menata ulang struktur, serta menetapkan strategi yang lebih produktif.
Direktur Operasional PT KITB, Sigit Eko Pramono, menegaskan bahwa pola kerja lama yang terbukti tidak efektif harus ditinggalkan. Ke depan, fokus utama perusahaan adalah efisiensi, disiplin operasional, dan orientasi pada hasil nyata.
“Setiap keputusan dan kegiatan harus berbasis kinerja. Profesionalisme dan akuntabilitas bukan lagi pilihan, tetapi menjadi standar mutlak,” kata Sigit.
Tekanan juga datang dari pemegang saham utama, Bupati Siak, Dr. Afni Z. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentolerir stagnasi dalam pengelolaan BUMD. Menurut Bupati, KITB harus bangkit sebagai perusahaan andalan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“KITB bukan sekadar perusahaan, tapi pendorong ekonomi di Siak. Pengelolaan yang profesional dan transparan menjadi kunci. Manajemen harus mampu menunjukkan hasil nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas,” tegas Bupati Afni.
Kondisi ini menunjukkan bahwa fase “jalan di tempat” telah berakhir. Pembenahan PT KITB dinilai krusial, karena kegagalan berbenah tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada potensi ekonomi yang selama ini digantungkan pada pengembangan kawasan industri Tanjung Buton. Perusahaan ini menjadi motor penting untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menarik investasi, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Langkah nyata yang diharapkan antara lain peningkatan efisiensi operasional, penataan ulang struktur manajemen, serta peningkatan transparansi dalam pengelolaan keuangan. RUPS-LB menjadi simbol komitmen baru direksi untuk bergerak cepat, sekaligus memberi sinyal kepada seluruh pemangku kepentingan bahwa KITB siap melakukan transformasi total.
“Kita ingin KITB bukan hanya selamat dari krisis, tetapi menjadi contoh BUMD yang tangguh, profesional, dan mampu memberi kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah. Semua langkah harus terlihat nyata, bukan hanya wacana,” tambah Eriyanto.
Para pengamat menilai, keseriusan ini menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa BUMD dapat dikelola secara profesional dan efisien. Keputusan strategis yang diambil sekarang akan menentukan arah perusahaan dan dampaknya bagi pembangunan kawasan industri di Siak dalam jangka panjang.
Dengan dorongan penuh dari pemegang saham, RUPS-LB menjadi titik awal era baru bagi KITB. Direksi dituntut untuk membuktikan komitmen mereka melalui langkah konkret, mulai dari perbaikan internal hingga pencapaian target yang dapat dirasakan masyarakat dan investor.
PT KITB kini menghadapi ujian berat, namun sekaligus memiliki peluang untuk membuktikan bahwa BUMD strategis ini bisa bangkit dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak.
Jika kamu mau, saya bisa buatkan versi SEO-optimal lengkap untuk Taktiknews.com dengan meta description, kata kunci utama, dan subjudul agar lebih mudah muncul di Google untuk kata kunci seperti “BUMD Siak”, “KITB bangkit”, dan “investasi Tanjung Buton”. Ini akan meningkatkan jangkauan berita secara signifikan.***












