Uncategorized

Jalur Vital Gunungsitoli–Nisel Terancam Putus, Longsor Kembali Hantam Km 47,8

103
×

Jalur Vital Gunungsitoli–Nisel Terancam Putus, Longsor Kembali Hantam Km 47,8

Sebarkan artikel ini

Rakyat45.com, Nias – Bencana longsor kembali menghantam ruas Jalan Nasional Km 47,8 yang berada di Desa Sindrondro, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Minggu (10/05/2026). Material longsor dilaporkan telah menggerus lebih dari setengah badan jalan, sehingga jalur vital penghubung Kota Gunungsitoli dengan Kabupaten Nias Selatan kini berada dalam kondisi kritis dan terancam putus total. Minggu, 10/05/2026.

Ruas jalan nasional tersebut selama ini menjadi akses utama mobilitas masyarakat di Kepulauan Nias – Nias Selatan, sekaligus jalur distribusi logistik, kebutuhan pokok, serta aktivitas ekonomi antarwilayah. Kerusakan yang terus meluas memicu kekhawatiran masyarakat, sebab jika tidak segera ditangani, amblasnya jalan diprediksi akan melumpuhkan arus transportasi dan distribusi barang di kawasan itu.

Pantauan di lokasi menunjukkan setengah badan jalan sudah mengalami retakan dan penurunan tanah yang cukup parah. Kondisi ini diperburuk oleh curah hujan serta struktur tanah yang dinilai labil akibat berada di sekitar aliran Sungai Idano Mola.

Foto lokasi longsor di Desa sindrondro

Wakil Sekretaris DPC LIRA Kabupaten Nias, Elisafat Telaumbanua, menegaskan bahwa longsor di titik tersebut bukan lagi kejadian baru, melainkan persoalan lama yang terus berulang tanpa penanganan permanen.

“Longsor terjadi berulang, baik saat musim hujan maupun musim kemarau. Kondisi tanah yang labil dan kedekatannya dengan Sungai Idano Mola membuat badan jalan terus tergerus,” ujarnya.

Menurutnya, ancaman longsor tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga sudah berdampak terhadap permukiman warga di sekitar lokasi. Beberapa rumah dilaporkan roboh akibat pergerakan tanah yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Masyarakat kini mendesak pemerintah pusat melalui Presiden RI, Kementerian PUPR, DPR RI, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar segera turun tangan melakukan penanganan darurat sekaligus solusi permanen terhadap titik longsor tersebut sebelum putus total.

Warga menilai, perbaikan sementara yang selama ini dilakukan belum mampu menghentikan abrasi dan pergeseran tanah di kawasan itu. Jika dibiarkan berlarut-larut, putusnya Jalan Nasional Km 47,8 hanya tinggal menunggu waktu.

Selain menghambat mobilitas masyarakat, lumpuhnya jalur utama Gunungsitoli–Nias Selatan diperkirakan akan berdampak besar terhadap perekonomian daerah. Distribusi sembako dan kebutuhan pokok berpotensi terganggu, yang pada akhirnya dapat memicu kenaikan harga barang di wilayah Kepulauan Nias.

Masyarakat berharap pemerintah segera menetapkan langkah strategis dan pembangunan infrastruktur penahan longsor yang lebih kuat demi menjaga konektivitas dan stabilitas ekonomi di Kepulauan Nias. R45**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *