Daerah

Krisis Listrik Meranti Kian Parah, Sopandi Desak PLN Tambah Pembangkit

45
×

Krisis Listrik Meranti Kian Parah, Sopandi Desak PLN Tambah Pembangkit

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Sopandi, meninjau langsung kondisi pembangkit listrik PLTD Lemang di tengah krisis pasokan listrik yang melanda Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir. Rabu (26/8/2026)./R45/AH.

Rakyat45.com, Meranti – Krisis listrik Kepulauan Meranti kian membebani warga Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir. Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat harus menjalani aktivitas dengan pasokan listrik yang hanya menyala sekitar delapan jam sebelum kembali padam selama delapan jam berikutnya.

Gangguan yang telah berlangsung sekitar lima bulan itu mendapat perhatian anggota DPRD Kepulauan Meranti, Sopandi. Menyusul berbagai keluhan masyarakat, ia turun langsung ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Lemang pada Rabu (26/8/2026) untuk melihat kondisi pembangkit dan meminta penjelasan dari pihak PLN.

“Hari ini kami langsung ke PLTD Lemang karena sedang krisis listrik di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir,” ujar Sopandi di sela-sela kunjungannya.

Menurut Sopandi, persoalan kelistrikan di dua kecamatan tersebut terus mengalami penurunan. Pola pemadaman yang sebelumnya diterapkan secara bergilir kini berlangsung dengan durasi yang semakin panjang.

Pada awalnya, pemadaman dilakukan dengan pola 5:1, yakni listrik menyala selama lima hari kemudian padam selama beberapa jam. Pola itu kemudian berubah menjadi 2:1. Kondisi semakin berat dalam beberapa hari terakhir ketika warga harus menghadapi siklus listrik menyala dan padam masing-masing sekitar delapan jam.

“Saya berharap secepatnya pihak PLN mengatasi persoalan ini supaya tidak ada lagi listrik padam bergilir di daerah PLN Lemang ini,” kata Sopandi.

Ia menilai persoalan listrik tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga. Ketersediaan energi yang memadai juga menentukan kelancaran aktivitas ekonomi dan peluang investasi masyarakat di wilayah kepulauan.

Sopandi menegaskan, sulit mendorong peningkatan investasi apabila kebutuhan dasar berupa pasokan listrik belum mampu dipenuhi secara optimal.

“Bagaimana mau berbicara investasi, ketersediaan daya saja tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu, Sopandi mengatakan akan mendorong penambahan mesin pembangkit di PLTD Lemang. Bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, ia berencana menyurati anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, yang membidangi sektor energi dan kelistrikan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pemerintah dan PLN memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan listrik di wilayah pulau terluar.

“Supaya krisis listrik tidak terus-menerus terjadi. Saya harapkan krisis listrik yang dialami warga segera diatasi supaya tidak ada lagi keluhan dari masyarakat,” ujarnya.

PLN Ungkap Gangguan Mesin dan Defisit Daya

Sementara itu, Team Leader Operasi ULP PLN Selatpanjang, Ade, membenarkan bahwa gangguan pada sejumlah mesin pembangkit menjadi salah satu penyebab terganggunya pasokan listrik di wilayah pelayanan PLTD Lemang.

Kemampuan pembangkit yang tersedia saat ini juga belum mencukupi kebutuhan saat penggunaan listrik mencapai beban puncak. Berdasarkan data PLN, daya mampu sekitar 1.150 kW, sedangkan beban puncak mencapai sekitar 2.200 kW.

Kondisi tersebut membuat PLN menerapkan pemadaman bergilir agar sistem kelistrikan tetap dapat beroperasi.

Ade mengatakan, PLN masih melakukan perbaikan terhadap mesin yang mengalami kerusakan dan menunggu sejumlah komponen yang didatangkan dari luar daerah. Proses perbaikan ditargetkan selesai dalam sekitar dua hingga tiga hari.

PLN juga merencanakan tambahan mesin berkapasitas sekitar 2 MW yang dijadwalkan masuk pada bulan depan. Sementara menunggu tambahan kapasitas dan perbaikan mesin selesai, PLN berupaya mengoptimalkan mesin yang masih dapat beroperasi.

Pemadaman di luar jadwal, kata Ade, tetap dapat terjadi apabila muncul gangguan mendadak pada mesin pembangkit.

Sopandi meminta proses perbaikan dan penambahan kapasitas tidak berlangsung berlarut-larut. Masyarakat Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir masih bergantung pada pasokan listrik dari PLTD Lemang untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pemulihan pembangkit kini menjadi kebutuhan mendesak agar warga di dua kecamatan tersebut tidak terus hidup dalam ketidakpastian akibat pemadaman berkepanjangan. Tambahan daya dan perbaikan mesin diharapkan segera mengembalikan kestabilan pasokan listrik di wilayah tersebut.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *