Daerah

Bupati Zukri Tinjau Karhutla Pelalawan, 600 Hektare Lahan Terbakar Jadi Sorotan Serius

90
×

Bupati Zukri Tinjau Karhutla Pelalawan, 600 Hektare Lahan Terbakar Jadi Sorotan Serius

Sebarkan artikel ini
Bupati Zukri Tinjau Karhutla Pelalawan, 600 Hektare Lahan Terbakar Jadi Sorotan Serius
Bupati Pelalawan, H. Zukri, turun langsung meninjau titik api di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Sabtu (4/4/2026). R45/Normaida Simanjuntak)

Rakyat45.com, Pelalawan – Pemerintah Kabupaten Pelalawan meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali terjadi di wilayahnya. Bupati Pelalawan, H. Zukri, turun langsung meninjau titik api di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Sabtu (4/4/2026), didampingi jajaran TNI dan Polri dalam patroli terpadu.

Langkah ini menjadi penegasan bahwa penanganan Karhutla bukan sekadar rutinitas, melainkan isu krusial yang membutuhkan perhatian lintas sektor. Terlebih, kebakaran yang terjadi di kawasan lahan gambut dinilai memiliki tingkat kesulitan tinggi karena api merambat di bawah permukaan tanah atau dikenal sebagai ground fire.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Zukri mengikuti patroli udara menggunakan helikopter milik kepolisian untuk memantau kondisi terkini dari atas. Fokus utama diarahkan pada wilayah Teluk Meranti yang hingga kini masih menyisakan titik api aktif.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat penting, di antaranya Karo Ops Polda Riau Kombes Pol. Ino Haryanto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. Ketut, Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf. Rendra D.A, Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara, serta tokoh masyarakat setempat.

Dari hasil pemantauan di lapangan, tim menemukan bahwa proses pemadaman masih terus berlangsung intensif. Tim Satuan Tugas Darat bahkan telah bekerja tanpa henti selama lebih dari sepekan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah penyebaran lebih luas.

Selain pemadaman, upaya lain yang dilakukan adalah pembuatan sekat kanal atau kanalisasi. Langkah ini bertujuan menjaga kelembapan tanah gambut agar tidak mudah terbakar kembali, sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam pengendalian Karhutla.

Bupati Zukri memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel yang terlibat di lapangan. Ia menegaskan bahwa kehadiran dirinya bersama jajaran pemerintah daerah merupakan bentuk dukungan langsung sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana.

“Kami hadir di sini memastikan proses pemadaman berjalan dengan baik, serta setiap kendala di lapangan dapat segera diambil langkah dan solusinya. Penanganan Karhutla ini tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga harus menjadi langkah jangka panjang.” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi meningkatnya risiko kebakaran dalam beberapa bulan ke depan. Fenomena El Nino yang diprediksi mencapai puncak pada Juli mendatang dinilai dapat memperparah kondisi kekeringan, terutama di wilayah gambut yang sangat rentan terbakar.

Karena itu, Bupati menekankan pentingnya langkah pencegahan berbasis masyarakat. Ia mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta lebih berhati-hati terhadap hal-hal kecil yang berpotensi memicu api, seperti membuang puntung rokok sembarangan.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka kebakaran. Tanpa dukungan dari masyarakat, upaya pemadaman yang dilakukan pemerintah dan aparat tidak akan maksimal.

Tidak hanya itu, Bupati juga menekankan perlunya kolaborasi yang lebih luas antara berbagai pihak. Ia menyebut keterlibatan perusahaan swasta menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan jangka panjang.

“Kita juga akan melibatkan perusahaan untuk mendukung upaya preventif jangka panjang, termasuk pembangunan kanal-kanal dan penyediaan alat berat agar daerah rawan, khususnya lahan gambut, dapat terhindar dari kebakaran.” tegasnya.

Data sementara menunjukkan bahwa luas lahan yang terdampak Karhutla di Kabupaten Pelalawan mencapai sekitar 600 hektare. Meski demikian, sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan oleh tim di lapangan.

Saat ini, fokus utama diarahkan pada proses pendinginan di lokasi yang masih menyisakan bara api, terutama di Desa Gambut Mutiara. Langkah ini penting untuk memastikan api tidak kembali muncul dan meluas ke area lain.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa Karhutla masih menjadi ancaman nyata bagi wilayah Riau, khususnya Pelalawan. Penanganan yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan dinilai menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih besar, baik dari sisi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan kasus Karhutla di Pelalawan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menjadi contoh penanganan terpadu di daerah rawan kebakaran lainnya.***(Advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *