Rakyat45.com, Meranti – Suasana haru menyelimuti Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, saat 110 jamaah haji asal Kabupaten Kepulauan Meranti tiba dan disambut keluarga, Senin (8/6/2026). Tangis bahagia, pelukan hangat, serta doa syukur mewarnai kepulangan para tamu Allah ke kampung halaman.
Salah satu momen yang menyita perhatian terjadi saat Hj Fatimah binti Tuamin bersama putranya, H Bobby Fahriza bin Zahari, warga Selatpanjang Timur, bertemu kembali dengan keluarga setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Dari pantauan Taktiknews.com, usai mengikuti prosesi penyambutan resmi yang digelar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Kementerian Agama, keduanya langsung dijemput keluarga besar dan warga sekitar.
Kepulangan Hj Fatimah dan Bobby semakin semarak dengan arak-arakan kompang dari jamaah Masjid Al Mujahidin. Tabuhan alat musik tradisional Melayu itu mengiringi perjalanan mereka menuju kediaman keluarga di Selatpanjang Timur.
Sesampainya di rumah, ratusan kerabat, tetangga, dan handai tolan telah menunggu untuk memberikan ucapan selamat. Keluarga besar almarhum Zahari juga menggelar syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas kepulangan keduanya dalam keadaan sehat dan selamat.
Suasana semakin khidmat ketika lantunan kasidah dan sholawat menggema di tengah acara. Tradisi tepung tawar turut dilaksanakan sebagai bentuk doa keselamatan dan ungkapan syukur dalam budaya Melayu.
Dengan mata berkaca-kaca, Hj Fatimah mengungkapkan rasa syukur setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
“Alhamdulillah, doa-doa kami di depan Ka’bah sudah sampai. Terima kasih untuk semua yang mendoakan. Rasanya seperti lahir kembali. Semoga Allah memanggil Bapak, Ibu, saudara semua jadi tamu-Nya juga,” ujarnya.
Sementara itu, Bobby Fahriza menyampaikan bahwa perjalanan ibadah haji memberikan banyak pelajaran berharga yang akan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
“Berhaji itu bukan akhir, tapi awal untuk jadi pribadi lebih baik. Di sana kami belajar sabar, ikhlas, dan menghargai sesama,” katanya.
Rangkaian syukuran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustad Khaidir. Kebersamaan keluarga dan masyarakat yang hadir menjadi simbol rasa syukur atas kepulangan jamaah haji sekaligus harapan agar seluruh jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur.***





