Rakyat45.com, Pekanbaru – Sosek Malindo 2026 Batam menjadi fokus penguatan sinergi antara Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang dan Konsulat Malaysia di Pekanbaru. Menjelang forum strategis Indonesia-Malaysia itu, kedua pihak mempererat koordinasi untuk membahas isu sosial ekonomi, pelayanan keimigrasian, hingga pengembangan kawasan perbatasan yang menjadi kepentingan bersama.
Pertemuan yang berlangsung di ruang pertemuan lantai dua Gedung Konsulat Malaysia, Rabu (10/6/2026), berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain memperkuat hubungan kelembagaan, kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan terbaru di wilayah perbatasan serta peluang kerja sama yang dapat ditingkatkan demi mendukung stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang menegaskan, hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan, harus terus dipelihara melalui komunikasi yang aktif dan kolaborasi berkelanjutan.
“Hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia, terutama di kawasan perbatasan, perlu terus dipelihara melalui komunikasi yang aktif, koordinasi yang intensif, serta kolaborasi yang berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat, berbagai tantangan di wilayah perbatasan dapat dihadapi bersama demi kepentingan masyarakat kedua negara,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas kondisi sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang memiliki hubungan historis, budaya, dan perdagangan yang erat dengan Malaysia. Kedekatan geografis menjadikan aktivitas lintas negara di sektor ekonomi, sosial, maupun budaya terus berkembang.
Tak hanya itu, pembahasan turut mengarah pada peningkatan koordinasi pelayanan keimigrasian serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang berlangsung secara legal, aman, dan tertib.
Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah persiapan Forum Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Batam pada 22–26 Juni 2026. Forum tersebut menjadi wadah strategis bagi kedua negara untuk membahas pembangunan kawasan perbatasan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, konektivitas wilayah, hingga penguatan kerja sama lintas sektor.
Menurut Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang, koordinasi yang solid antarinstansi dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci sukses penyelenggaraan forum tersebut.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antar pihak yang terlibat. Kami berharap pelaksanaan Sosek Malindo 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan berbagai rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kawasan perbatasan,” katanya. Kamis (18/6/2026).
Melalui silaturahmi ini, hubungan antara Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang dan Konsulat Malaysia di Pekanbaru diharapkan semakin erat. Sinergi tersebut diyakini mampu memperkuat keamanan, ketertiban, serta kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti dan sekitarnya.**








