Rakyat45.com, Wonosari – Kebutuhan bahan pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka ruang baru bagi pengembangan usaha desa. BUM Desa Unggul Sari Desa Wonosari mulai menjajaki peluang memasok sayuran segar ke tiga SPPG yang berada di wilayah Wonosari, Senin (7/9/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus menghubungkan potensi perdagangan pangan yang dikelola desa dengan kebutuhan operasional SPPG. Namun, sebelum kerja sama terbentuk, komoditas yang ditawarkan masih harus melalui komunikasi dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Desa Wonosari, Suwanto, yang akrab disapa Landung, mengatakan komunikasi dengan pihak SPPG masih berada pada tahap awal. BUM Desa Unggul Sari siap menyesuaikan jenis dan ketersediaan pasokan dengan kebutuhan serta persyaratan yang ditetapkan masing-masing SPPG.
“Koordinasi ini kita lakukan sebagai langkah awal agar SPPG dapat menjadi mitra bagi usaha BUM Desa Unggul Sari. Kita juga membuka peluang dengan SPPG lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Bengkalis,” ujar Suwanto.
Peluang tersebut tidak berhenti pada tiga SPPG di Wonosari. BUM Desa Unggul Sari juga melihat kemungkinan memperluas jangkauan pemasaran ke SPPG lain di Kecamatan Bengkalis, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sayuran dan sejumlah komoditas pangan.
Kesiapan memenuhi kebutuhan itu didukung oleh Toko Sayur Harga Grosir yang dikelola BUM Desa Unggul Sari. Gerai yang berada di Jalan HR Soebrantas, sebelah Kantor BUM Desa Wonosari, menyediakan beragam kebutuhan pangan, mulai dari sayuran daun, cabai, bumbu hingga umbi-umbian dan komoditas lainnya.
Namun, peluang pasokan tersebut tetap harus melewati tahapan penilaian. Koordinator Kecamatan SPPG se-Kecamatan Bengkalis, Gindo Mandalasari, mengatakan produk yang ditawarkan akan dikomunikasikan dan diperiksa oleh mitra SPPG bersama ahli gizi untuk memastikan kelayakannya sebelum digunakan.
“Mitra SPPG dan ahli gizi akan berkomunikasi dengan BUM Desa Unggul Sari. Nanti akan dilihat apakah sayuran tersebut layak atau tidak untuk masuk ke SPPG,” kata Gindo.
Bagi Pemerintah Desa Wonosari, penjajakan tersebut bukan sekadar peluang memperluas pasar BUM Desa, tetapi juga bagian dari upaya membuka akses ekonomi bagi masyarakat melalui kebutuhan pangan SPPG.
Suwanto mengatakan peluang tersebut sejalan dengan arahan Presiden agar keberadaan dapur SPPG turut memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat dan desa, termasuk dengan membuka kesempatan bagi petani lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok.
“Seperti arahan Presiden Republik Indonesia, keberadaan dapur SPPG ini membuka peluang bagi petani lokal dan dapat meningkatkan ekonomi desa. Kami melihat ini sebagai peluang yang baik untuk mengembangkan usaha desa sekaligus membantu memperluas pasar bagi hasil pertanian masyarakat,” ujar Suwanto.
Meski demikian, Suwanto menyadari kerja sama tersebut masih membutuhkan proses. BUM Desa Unggul Sari akan mengikuti komunikasi dan penilaian terhadap komoditas yang ditawarkan sebelum kemitraan dapat direalisasikan.
“Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat. Mudah-mudahan kerja sama dengan dapur SPPG ini dapat segera terwujud dan nantinya memberikan manfaat bagi petani lokal, masyarakat, serta perekonomian Desa Wonosari,” kata Suwanto.
Jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi, penjajakan ini berpotensi menjadi jalur baru bagi usaha desa untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat keterlibatan produk pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan SPPG di Kecamatan Bengkalis.**












