Bengkalis, Rakyat45.com – Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari Partai Golkar, Fakhtiar Qadri, S.Sos., M.AP, menutup masa reses terakhir tahun 2025 dengan semangat membangun kemandirian ekonomi masyarakat di daerah pemilihannya, Bengkalis–Bantan.
Reses dan silaturahmi pada masa sidang ke-4 tahun 2025 ini dituntaskan di delapan titik wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Bengkalis–Bantan, yang berlangsung selama sepekan, sejak 6 hingga 11 November 2025.
Selama kegiatan, Fakhtiar menyambangi berbagai desa untuk menyerap langsung aspirasi warga, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga penguatan ekonomi berbasis usaha kecil.
Reses ini menjadi momentum penting baginya untuk menegaskan komitmen memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi kewajiban saya memperjuangkan aspirasi masyarakat agar mendapatkan solusi nyata,” ujarnya saat menutup kegiatan reses di Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis, Selasa (11/11/2025).
Dalam dialog bersama warga, Fakhtiar yang juga duduk di Komisi III DPRD Bengkalis membidangi keuangan dan perekonomian menyoroti pentingnya pengembangan UMKM pertanian sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Ia mengajak masyarakat memanfaatkan potensi pertanian desa, mulai dari menanam sayuran dan bahan pangan lokal hingga mengolah produk seperti tahu, tempe, dan hasil olahan lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian rakyat tak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membuka peluang kemitraan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.
“Program MBG memberi kesempatan masyarakat untuk memasok bahan pangan bergizi. Kalau hasil pertanian dan produk olahan lokal bisa masuk ke rantai pasok, warga ikut berkontribusi sekaligus mendapat nilai ekonomi,” terang legislator Partai Golkar itu.
Fakhtiar juga menegaskan bahwa kemandirian pangan menjadi kunci agar Bengkalis tidak terus bergantung pada pasokan dari daerah lain. Dengan optimalisasi lahan pertanian dan kreativitas pengolahan hasil bumi, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sendiri sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi daerah.
“Kalau masyarakat mampu memenuhi kebutuhan dari hasil tanam sendiri, uang berputar di daerah dan ekonomi lokal ikut tumbuh,” tegasnya.
Politisi muda Partai Golkar ini menilai, reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan wadah penting untuk mempererat komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan konstituen.
“Melalui dialog seperti ini, kami memahami lebih dalam kebutuhan warga dan berupaya menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran,” pungkasnya.**












