Daerah

Pemkab Rohil Gandeng LEMIGAS Kaji Pengelolaan Sumur Tua, Bidik PAD dan Serapan Tenaga Kerja

57
×

Pemkab Rohil Gandeng LEMIGAS Kaji Pengelolaan Sumur Tua, Bidik PAD dan Serapan Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Pemkab Rohil Gandeng LEMIGAS Kaji Pengelolaan Sumur Tua

JAKARTA – Pengelolaan Sumur Tua Rohil menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir dalam upaya mengoptimalkan potensi minyak bumi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Untuk merealisasikan program tersebut, Bupati Rokan Hilir H. Bistamam bersama manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (SPRH) melakukan audiensi dengan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS) di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Pertemuan itu turut didampingi Anggota Komisi X DPR RI asal Riau, Dr. Hj. Karmila Sari S.Kom MM. Dalam audiensi tersebut, Pemkab Rohil memaparkan potensi sumur tua minyak yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai langkah awal penyusunan kajian teknis pengelolaannya.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama manajemen SPRH melaksanakan audiensi di LEMIGAS Jakarta, didampingi langsung oleh Anggota DPR RI, Ibu Dr. Hj. Karmila Sari,” kata Bistamam usai pertemuan.

Menurut Bupati, pengelolaan sumur tua menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat. Melalui kerja sama dengan LEMIGAS, Pemkab Rohil berharap memperoleh kajian teknis, pemetaan potensi, serta rekomendasi pengelolaan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Dalam kesempatan tersebut, tim Pemkab Rohil mempresentasikan materi bertajuk “Potensi Pengelolaan Sumur Tua di Wilayah Kabupaten Rokan Hilir”. Paparan itu menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali sumur-sumur migas marginal yang sudah tidak beroperasi secara optimal.

Pengelolaan sumur tua mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1 Tahun 2008 yang memberikan peluang kepada koperasi maupun badan usaha milik daerah untuk mengelola sisa produksi minyak bumi dari sumur yang tidak lagi diusahakan secara komersial. Skema tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Ini adalah aksi nyata kita untuk mengoptimalkan kekayaan alam demi kemakmuran masyarakat Rokan Hilir. Kita ingin potensi yang ada tidak mandek, melainkan menjadi stimulus ekonomi daerah,” ujar Bistamam.

Ia menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, PT SPRH, LEMIGAS, serta dukungan pemerintah pusat agar seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi.

“Kami sangat berharap kolaborasi antara Pemkab, SPRH, LEMIGAS, dengan dukungan DPR RI dapat mempercepat realisasi program di lapangan. Keharmonisan hubungan pusat dan daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan,” tuturnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Rokan Hilir untuk mendukung rencana pengelolaan sumur tua tersebut. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar program yang diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah itu dapat segera diwujudkan.

“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Rokan Hilir agar proses ini berjalan lancar tanpa kendala,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *