BeritaDaerah

Wakil Bupati Nias Selatan Hadiri Rapat DPD RI di Batam, Suarakan Krisis Infrastruktur Jalan dan Migas

32
×

Wakil Bupati Nias Selatan Hadiri Rapat DPD RI di Batam, Suarakan Krisis Infrastruktur Jalan dan Migas

Sebarkan artikel ini

Rakyat45.com, Nias Selatan – Wakil Bupati Nias Selatan, Ir. Yusuf Nache, S.T., M.M., mengahadiri Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I dengan agenda penguatan koridor ekonomi dan pemulihan pascabencana Aceh , Sumatera Utara dan Sumatera Barat, bertempat di Hotel Wyndham Panbil – Batam, Jum’at, 11 September 2026.

Rapat ini pimpin Dipimpin oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin serta dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, kepala daerah se-Sumatera (Gubernur, Bupati, dan Wali Kota), serta puluhan anggota DPD RI.

Ada 2 item fokus diskusi yang dibahas :

1. Pembentukan ekosistem dan koridor ekonomi (Sumatera Economic Corridor) yang terintegrasi mengingat posisi strategis wilayah barat di jalur perdagangan internasional.

2. Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir serta longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan prinsip pembangunan kembali yang lebih aman dan berkelanjutan (build back better, safer, and sustainable).

Foto wakil Bupati Nias Selatan
Foto wakil bupati Nias Selatan

Dalam sesi diskusi, Wakil Bupati Yusuf Nache memanfaatkan momentum ini untuk menyuarakan kondisi krusial yang dihadapi Kabupaten Nias Selatan. Ia memaparkan bahwa sejumlah titik ruas jalan yang mengalami longsor parah hingga kini masih menghambat aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.

“Jalan lintas perbatasan Kabupaten Nias Selatan dengan Kabupaten Nias di daerah Sindrodo, Kecamatan Bawolato, sudah hampir enam bulan pascalongsor belum tersentuh pembangunan kembali. Jalur ini sangat berbahaya dan telah memakan banyak korban kecelakaan,” tegas Yusuf Nache.

Selain itu, ia juga menyoroti jalan lintas Lolowau menuju Kecamatan Onohajumba, Kecamatan Huruna, hingga Kecamatan Lolomatua menuju perbatasan Kabupaten Nias yang sudah lebih dari 15 tahun tidak pernah mendapatkan penanganan atau pembangunan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Bukan hanya masalah infrastruktur jalan, Yusuf Nache juga memaparkan krisis kelangkaan Minyak dan Gas (Migas) di Nias Selatan, khususnya di kawasan Kepulauan Batu. Mengingat kondisi geografis Nias Selatan yang sangat luas—terdiri dari 35 kecamatan, 459 desa, dan 2 kelurahan—pasokan energi menjadi hal yang vital. Ia berharap Pertamina dapat menambah kuota migas serta mendukung kelancaran distribusi logistik melalui penyediaan alat transportasi laut yang memadai.

“Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Nias Selatan menaruh harapan besar kepada DPD RI, Wamendagri, dan secara khusus kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU). Jalan-jalan yang rusak dan longsor ini adalah urat nadi perekonomian kami. Kami butuh penanganan segera,” pungkasnya./sar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *