Peristiwa

Karhutla Bengkalis Belum Padam, Bara Api Kembali Diburu Tim Gabungan

369
×

Karhutla Bengkalis Belum Padam, Bara Api Kembali Diburu Tim Gabungan

Sebarkan artikel ini
Karhutla Bengkalis belum sepenuhnya padam. Tim gabungan memperkuat pemadaman dan pendinginan di Siak Kecil serta Pinggir. Minggu (6/9/2026)./R45/Humas.

Rakyat45.com, Bengkalis – Karhutla Bengkalis belum sepenuhnya berakhir. Asap tebal masih mengepul dari lahan gambut yang terbakar, sementara tim gabungan terus memburu sisa api agar tidak kembali menjalar. Penanganan berlangsung di Kecamatan Siak Kecil dan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Minggu (6/9/2026).

Polres Bengkalis mengerahkan personel bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan dan masyarakat untuk memadamkan sekaligus mendinginkan kawasan yang terdampak.

Areal HGU PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, menjadi salah satu titik penanganan. Pemadaman dan pendinginan telah memasuki hari ketiga sejak sekitar pukul 09.30 WIB.

Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar 7 hektare lahan gambut yang telah ditanami kelapa sawit berusia sekitar satu tahun. Berdasarkan informasi di lapangan, areal HGU tersebut diketahui digarap oleh Rambe bersama rekan-rekannya yang berdomisili di Desa Tuah Indrapura, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak.

Petugas menggunakan sejumlah mesin pemadam dan selang dengan memanfaatkan pasokan air dari kanal HGU PT TKWL serta embung yang baru dibuat. Api di kawasan tersebut telah berhasil dipadamkan, tetapi asap tebal masih muncul sehingga pendinginan terus dilakukan untuk mencegah bara kembali menyala.

Situasi serupa masih dihadapi tim gabungan di Kecamatan Pinggir. Penanganan memasuki hari keempat pada kawasan Jalan Pemda Mandar RT 01/RW 06, Dusun Air Pemesi Betuah, Desa Pangkalan Libut.

Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan Libut dan Desa Sungai Meranti bersama personel gabungan menangani lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Kawasan tersebut berupa semak belukar yang telah ditanami kelapa sawit dan berada pada tanah gambut.

Hingga Minggu sore, petugas berhasil memadamkan sekitar 4 hektare. Sejumlah titik api dalam skala kecil masih ditemukan pada bagian lahan lainnya.

Sebanyak 26 personel terlibat dalam penanganan. Kekuatan itu terdiri atas lima personel Polsek Pinggir, tiga personel BKO Polres/Lantas, tiga personel TNI Koramil 03 Mandau, 10 personel Manggala Agni dan lima personel BPBD Kecamatan Pinggir.

Untuk menjangkau titik api, tim mengoperasikan dua mesin pemadam mini striker, satu mesin Robin dan empat gulung selang. Sekitar pukul 16.00 WIB, pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan dan penanganan dijadwalkan kembali pada hari berikutnya.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., melalui jajaran di lapangan, meminta seluruh personel dan pihak terkait memperkuat penanganan, terutama pada lahan gambut yang memiliki potensi tinggi mengalami penyalaan kembali.

“Lahan gambut harus ditangani secara maksimal karena api bisa kembali muncul dari bara yang berada di dalam tanah,” demikian penekanan dalam penanganan di lapangan.

Penyebab kebakaran pada kedua lokasi masih dalam penyelidikan. Petugas telah melakukan pengecekan lokasi, pemadaman, pendinginan, pemasangan garis polisi, dokumentasi serta pelaporan.

Polres Bengkalis mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran hutan dan lahan.

“Cegah Karhutla, Jaga Alam, Jaga Masa Depan.”**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *