Peristiwa

Ketahanan Pangan Terancam Kemarau, Bhabinkamtibmas Desa Sonde Turun Dampingi Petani Jagung

10
×

Ketahanan Pangan Terancam Kemarau, Bhabinkamtibmas Desa Sonde Turun Dampingi Petani Jagung

Sebarkan artikel ini
Ketahanan Pangan Terancam Kemarau, Bhabinkamtibmas Desa Sonde Turun Dampingi Petani Jagung

Rakyat45.com, Pekanbaru – Ancaman kekeringan mulai menghantui petani jagung di Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Menyikapi kondisi tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Sonde, Brigadir Ahmad Kamil, turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan program ketahanan pangan tetap berjalan.

Kunjungan dilakukan pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 10.50 WIB di lahan jagung pipil milik Kelompok Tani Ducai seluas 0,5 hektare. Tanaman yang baru berusia 10 hari itu mulai menunjukkan tanda-tanda kekurangan air akibat belum turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Ketua Kelompok Tani Ducai mengaku khawatir kondisi tersebut akan berdampak pada hasil panen yang ditargetkan pada akhir Juli mendatang.

“Sudah 10 hari Pak, hujan belum turun juga. Kalau seminggu lagi begini, bisa gagal panen,” keluh Ketua Poktan Ducai kepada Bhabinkamtibmas saat kegiatan berlangsung.

Dalam peninjauan tersebut, Brigadir Ahmad Kamil memeriksa kondisi tanaman dan lahan yang mulai mengering. Ia juga mendata berbagai kendala yang dihadapi petani untuk dilaporkan kepada pimpinan sebagai langkah antisipasi.

“Ini Kuartal I 2026. Program Ketahanan Pangan Presiden harus sukses. Polri wajib kawal dari benih sampai panen,” tegasnya.

Selain memantau kondisi lahan, Brigadir Kamil juga memberikan motivasi kepada petani agar tetap optimistis menghadapi musim kemarau. Ia memastikan keluhan yang disampaikan petani akan segera diteruskan untuk dicarikan solusi.

“Tenang Pak. Laporan ini langsung saya sampaikan ke Kapolsek, Kapolres. Kita cari solusi air. Entah pompanisasi, entah sumur bor. Polri nggak akan lepas tangan,” ujarnya.

Dari hasil monitoring tersebut, kondisi lahan dan potensi gangguan terhadap produksi pangan desa berhasil dipetakan lebih awal. Kehadiran aparat kepolisian di tengah petani juga dinilai mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengatasi persoalan kekeringan yang mengancam tanaman jagung warga.

“Laporan Bhabin ini bukti Polri Presisi. Deteksi dini, lapor cepat, cari solusi. Kekeringan di Sonde akan kita koordinasikan dengan Dinas Pertanian. Jangan sampai jagung rakyat mati di lahan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH, memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan personelnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Ini wajah Polri yang humanis. Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak. Mereka mata dan telinga negara di desa. Ketahanan Pangan adalah Ketahanan Nasional. Kita kawal habis-habisan,” ujarnya.

Meski tanaman jagung di Desa Sonde masih menghadapi ancaman kekeringan, upaya pendampingan yang dilakukan aparat diharapkan mampu memberikan solusi agar target panen petani tetap tercapai.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *