ROKAN HILIR โ Batik Rokan Hilir menjadi salah satu daya tarik utama dalam Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan QRIS yang digelar untuk memeriahkan Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi. Dari puluhan pelaku UMKM yang mengikuti bazar, stand batik milik perajin Miskiah menjadi yang paling ramai dipadati pembeli, Rabu (1/7/2026).
Festival tersebut menghadirkan 35 stand bazar yang menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan. Namun, kain batik khas Rokan Hilir hasil karya Miskiah berhasil mencuri perhatian wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak bazar dibuka. Banyak wisatawan memilih membawa pulang batik khas Rokan Hilir sebagai cendera mata sekaligus bentuk dukungan terhadap produk ekonomi kreatif lokal.
Perempuan berusia 59 tahun itu dikenal sebagai tokoh pendidikan luar sekolah sekaligus pelopor pengembangan batik khas Rokan Hilir. Bersama sang suami, Kanijan (64), Miskiah telah menekuni dunia membatik selama hampir tiga dekade dan konsisten memperkenalkan identitas budaya daerah melalui selembar kain.
“Alhamdulillah sudah hampir 27 tahun membatik dan mengembangkan serta memproduksi kain batik khas Rokan Hilir,” ujar Miskiah saat melayani pengunjung di stand bazarnya di Jalan Mawar.
Selama berkarya, Miskiah menghadirkan beragam motif yang terinspirasi dari ikon daerah, seperti Pulau Jemur, Jembatan Pedamaran, Bakar Tongkang hingga motif kerang. Seluruh proses produksi dilakukan bersama kelompok perajin di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, yang berjarak sekitar 53 mil dari pusat Kota Bagansiapiapi.
Kualitas batik produksi industri rumahan tersebut telah dikenal luas. Berbagai pesanan rutin datang, terutama dari instansi pemerintah yang menggunakan batik bermotif khas daerah untuk kebutuhan resmi maupun pameran.
“Pesanan datang dari Pemkab, Dinas Perindustrian dan Pasar termasuk mengisi stand bazar Pemkab Rohil pada berbagai acara,” jelasnya.
Tingginya permintaan membuat para perajin harus bekerja lebih intensif untuk memenuhi target produksi. Keberhasilan tersebut juga mendapat apresiasi dari pimpinan daerah yang menyempatkan diri mengunjungi stand batik selama festival berlangsung.
“Terima kasih kepada Bupati Rokan Hilir, Bistamam dan Ketua Tim Penggerak PKK, Tutik Rahayu atas dukungan dan kunjungannya ke stand ini dan Muhammad Fauzi memborong habis stok kami di awal stand ini dibuka Selasa (30/6/2026),” ungkap Miskiah.
Selain memproduksi batik, Miskiah juga aktif menjadi tutor pelatihan membatik yang diselenggarakan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun instansi pemerintah sebagai upaya melahirkan perajin baru di Rokan Hilir.
Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan QRIS yang berlangsung bersamaan dengan rangkaian Bakar Tongkang 2026 juga menghadirkan inovasi transaksi digital. Dukungan perbankan melalui BRI dan BSI memungkinkan seluruh pelaku UMKM menggunakan sistem pembayaran QRIS sehingga transaksi berlangsung lebih cepat, mudah, dan praktis bagi ribuan pengunjung.
Bazar ekonomi kreatif tersebut menjadi pelengkap kemeriahan tradisi Bakar Tongkang yang dipusatkan di Kelenteng Ing Hock King, Jalan Aman. Prosesi budaya tahunan masyarakat Tionghoa itu kembali menjadi magnet wisata nasional dan menarik ribuan perantau untuk pulang ke Bagansiapiapi.***












