Rakyat45.com, Bengkalis – Masa remaja bukan sekadar fase mencari jati diri; periode ini juga menjadi waktu ketika lingkungan pergaulan dapat membentuk arah kehidupan seseorang. Sebuah ajakan yang tampak sederhana dapat berubah menjadi pintu menuju penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, bahkan persoalan hukum.
Kesadaran terhadap risiko tersebut mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) ISNJ Bengkalis Desa Muntai menggelar penyuluhan bahaya narkoba dan pencegahan kenakalan remaja di SMP Negeri 8 Bantan, Jum’at (7/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa sekaligus upaya memperkuat kesadaran pelajar agar mampu menghadapi pengaruh negatif dalam pergaulan.
Ketua KKM ISNJ Desa Muntai, Dini Atifa Aisyah, mengatakan edukasi sejak bangku sekolah penting karena remaja perlu memahami konsekuensi sebelum mengambil keputusan.
“Remaja adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa narkoba bukan sekadar melanggar hukum, tetapi juga dapat menghancurkan cita-cita, keluarga, dan masa depan seseorang. Kami berharap adik-adik dapat menjadi generasi yang berani berkata tidak terhadap narkoba serta mampu menjaga diri dari kenakalan remaja,” jelas Dini, Sabtu (8/8/2026).
Penyuluhan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Siswa diajak mengenali dampak penyalahgunaan narkoba, memahami risiko pergaulan yang keliru, serta membangun keberanian untuk menolak ajakan yang dapat membawa mereka ke lingkungan negatif.
Kepala SMP Negeri 8 Bantan, M. Tabri, S.Pd., M.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan mahasiswa berkaitan langsung dengan kehidupan pelajar sekaligus mendukung pembentukan karakter di lingkungan sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM ISNJ yang telah menghadirkan kegiatan edukatif ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih bijak dalam bergaul, menjauhi narkoba, serta menjadi pribadi yang berakhlak dan berprestasi,” ungkap M. Tabri.
Narasumber kegiatan, Aipda Adriyandi, S.H., Kaurmintu Satresnarkoba Polres Bengkalis, kemudian menjelaskan konsekuensi yang dapat timbul dari penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kesehatan fisik dan mental, tetapi juga berpotensi mengganggu pendidikan serta menyeret pelakunya ke persoalan hukum dan tindakan kriminal.
Adriyandi meminta para pelajar mengisi masa remaja dengan kegiatan yang mampu mengembangkan kemampuan sekaligus menjauhkan mereka dari pengaruh buruk.
“Remaja harus mampu memilih lingkungan dan kegiatan yang positif. Isi waktu dengan belajar, berorganisasi, berolahraga, serta mengembangkan bakat agar terhindar dari pengaruh lingkungan yang negatif,” tegas Adriyandi.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang sesi diskusi. Mereka aktif merespons pertanyaan narasumber dan menggali informasi mengenai cara menghindari penyalahgunaan narkoba maupun pergaulan berisiko.
Salah seorang siswa menilai penyuluhan tersebut membantu memperjelas risiko yang selama ini mungkin belum dipahami secara menyeluruh.
“Sosialisasi ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih paham tentang bahaya narkoba dan bagaimana cara menghindarinya. Penyampaian materinya juga seru sehingga mudah dipahami,” ujarnya.
Kelancaran kegiatan turut didukung mahasiswa KKM ISNJ Desa Muntai yang menangani persiapan perlengkapan, pendampingan peserta, hingga pengaturan jalannya acara.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan peran mahasiswa dalam membawa isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat ke ruang edukasi. Bagi pelajar, penyuluhan menjadi kesempatan untuk mengenali risiko lebih awal dan memahami bahwa pilihan terhadap lingkungan, pergaulan, serta aktivitas sehari-hari dapat ikut menentukan arah masa depan.
Pesan kegiatan pun bermuara pada satu ajakan sederhana: menjadikan masa remaja sebagai ruang untuk tumbuh, berprestasi, dan mengembangkan potensi tanpa narkoba maupun kenakalan yang dapat merusak masa depan.
“Katakan Tidak pada Narkoba, Katakan Ya pada Prestasi. Bersama Kita Selamatkan Generasi Muda!”












